“Julian
DwiPramana! Selamat! Kauterpilihmenjadiketuaumumosis SMPN 2 Kota Batuperiode
2014-2015” pengumumanpemilihanketuaosistelahdisampaikanolehBapak Ali di ataspodium
saatapelpagi. Soraktepuktangaanmeriahmenjadiinstrumensekilaspagiitu,
memberioplos pada Julian yang telahterpilihmenjadiketuaumumosis di sekolahku.
“Selamatya!
Julisayang!” ujarkuketika Julianpacarkumenghampiriku di tengahhalamansekolahselesaiapelpagi.
“makasihya, Senjaku yang indah.” Balasnyasembarimenyalamiku.
“Hay Julian!
Selamatya Pak Osis, dan IbuOsis yang baru. Ha…ha…” teriakIrsyaddarijaraksepuluh meter di
depan kami. Murid yang paling aneh yang pernahkukenal. Tingkahlakunya yang
seperti orang gilaitumembuatkurisihbertemandengannya. Yang
lebihparahlagiakuharussatukelasdengannyaselamatigatahun, di kelas X IPS 3.
Tapiuntungnyaakuselalusedia earphone di balikkerudungkusaat orang itukumat.
***
Tigabulansudah, Julian
menjadiketuaosis, dankini kami sudahnaikkekelas XII. Semenjaksaatitu pula
akumerasaperhatiandankasihsayang Julian mulaiberkuranguntukku.
Akutahudiasibukdenganproker-prokerosis yang diaembansekarang. Tapiperilaku
Julian padakujugaberubah.
Dulu, setiapjumat sore kami
selalupergikebukitbelakangsekolahuntukmenikmatiindahnyasenja sore hari.
Tapiakhir-akhirini, Julian hampirtidakpernahmengajakkukesanalagi.
Sampaisuatuhari, bertepatandenganhariulangtahunku, Julian mengajakkukebukititu.
Akusenangsekali, dankebahagiaan yang sempatpudarsudahmulaitumbuhkembali.
Hinggasenjamulaidatang,
kami masihduduk di bawahpohon paling tinggi di bukititu, bercerita,
bercandatawa, pokoknyabahagiasekalihatiku sore itu. “senja yang cantik, tapi masih lebih cantik Senja yang adadisampingkusaatini” ucapnya. Laludiamenatapku,
danakumembalasmenatapnyadan memberisenyummanispadanya.
Tiba-tiba, handphone Julian
bergetar, laludiamengangkatnya, adaseseorangberbicara di balikhandphoneitu.
sedetikkemudiankulihatekspresiwajah Julian seperti orang kehilangansesuatu yang
penting. Tak lama suaraituhilang, Julian
kembalimenaruhhandphonenyakedalamsakujasosisnyadanmenatapku.
“Ada apa?” Tanya kupenasaran.
“Senja, emm… maafin aku, akuharuspergisekarang.” Jawabnyapelan. “Pergi? Tapikenapa?”
tanyakulagi. “eenngg... Ada urusanosis yang
haruskuselesaikansekarangjuga. Kamunggakapa-apakanakutinggal? Karenaakuharus pergikesekolahsekarangjuga.”
Jelasnya. Belumsempatakumengungkapkan kata-kata, “Maafya!”
lanjutnyasambilmenyalamikudanlangsungberanjakmeninggalkankubegitusaja.
\ akutidakbisamenghentikankepergiannya.
Sekarangtinggallahaku seorang diri
di bawahpohonitu. menatapsenja yang mulaimemerahdarah. “Tuhan,
barusajaakumerasakankebahagiaanku yang sempatmeninggalkanaku,
tapikenapaKaubegitucepatmengambilnyakembali?” batinku.
Takterasa air matamulaiberlinang di
pipiku, membasahikerudungparisbiru yang kukenakansaatitu. Tiba-tiba, “Senja!”
suaraitumembangunkankudarilamunanku,
saatkutolehkebelakangsosoklaki-lakitengahberdiritakjauhdaripohonitu. “Irsyad!” sontak aku langsung mengusap air mata yang
sempat menggenang di wajahku.
Laludiamenghampiriku, “Bolehakududuk
di sini?” Tanya Irsyad. Akuhanyamengangguk. “Kamungapaindisinisendirian? Julian
mana?” hanyaduapertanyaan yang
dialontarkanpadakunamunsudahbisamembuatkubertambahsedih.
“Lohkokmalahnangis?”
tambahnyalagi. Akuterkejutdanmulaimengusap air mataku. “Tidak. Akutidaknangis,
hanyakelilipansedikit.” Elakku. Maafangin,
akutakbermaksudmenyalahkanmu. Padahalkaubertiupsangatlembutsenjaini, bahkan debupun enggan terbang bersamamu. Sekalilagimaafkanakuangin. Ujarkudalamhatiku.
Sejenaksuasanamenjadihening.
“Oh ya! Kamumau main nggak?”
tawarnya. “Main?(MenatapIrsyad) main apa?” tanyakupenasaran. Sepertinyadia
tau suasanahatikusaatini. Batinku. “Mmm… kita main kejartangkap. Jadigini,
akukejarkamu, kalaukamukena, gentian kamu yang ngejar. Gimana?” Jelasnya. “Baik! Sapa takut!”
tantangku.
“sip
dah. Aku yang jadi duluan ya! Aku itung sampe tiga ya!” ujar Irsyad yang
kubalas dengan senyum kepahaman. “satu... dua...” lanjutnya, aku sudah bersiap
untuk berlari menghindarinya. Tapi. “tiga. Kena! Kau jaga.” Lanjutnya tiba-tiba
hingga membuatku terkejut dan langsung menjauh dariku. “Ah... kamu curang
Irsyad!” eluhku, “A a... tangkap aku dulu.” Ejeknya. Sedetik kemudian suasana
berubah menjadi menyenangkan, seperti ada yang menghibur hati ini.
Lebih
dari lima menit kami bermain kejar-kejaran hingga memaksa kami untuk menyudahi
permainan ini dan kembali duduk bersandar di bawah pohon tadi. “Capek juga ya
rupanya.” Ucapnya dengan nafas yang masih ngos-ngosan. Aku tidak bisa membalas
ucapannya.
“sungguh
senja yang indah, aku ingin selalu melihat indahnya senja sore hari di sini. Forever. Iyakan Senja!” tukas Irsyad.
“Degh!” perkataan yang hampir mirip dengan yang dikatakan Julian beberapa menit
yang lalu, membuatku seperti jatuh dari langit ke tujuh tanpa ada alas empuk
yang menahan badanku. Sakit sekali. Kesedihan yang sempat sirna mulai merambat
di hati ini. Lagi.
“Aku
ingin pulang!” ucapku tiba-tiba. Tanpa memberi kesempatan bagi Irsyad merespon
perkataanku, aku bangkit dan langsung pergi meninggalkan dia. “TUNGGU!” teriak
Irsyad, aku menoleh, “Aku anter ya!” lanjutnya. Aku hanya mengangguk dan
akhirnya kami pulang bersama.
Sesampainya
didepanrumahakulangsungturundanmeninggalkanIrsyadbegitusajatanpamengucapsepatah
kata apapun. Tapi “Senja! Tunggu!” panggilIrsyad. Akukembalimenoleh. “Happy
birthday ya!” ucapnyapelandengansenyummanis yang mengembang di wajahnya.
Akuhanyamembalasucapnnyadengansenyumkecildanlekasmasukrumah.
Sampai di dalamkulihatIrsyadsudahakanmenancap gas sepedamotornya.
SedetikkemudianIrsyadsudahmenghilangdaripandanganku. Akukembalikeluarrumah,
melihatIrsyad yang sudah di telantikungan. Tuhan, kenapa orang yang
sangatkuharapkan di harispesialkuinimalahpergimeninggalkanaku, dan orang yang
samasekalitidakpernahterbentangnamanyadipikirankumalahhadirmenemaniharispesialku.
KenapaTuhan? Gumamkudalamhati.
Air matamulaikembaliberlinang di
pipikudanmembasahikerudungparisbirukulagi.
Membayangbetapaindahdanmenyakitkanharikubeberapajam yang lalu.
KenapaharusIrsyad? Orang yang sangatmenyebalkan. Kenapabukan Julian? Orang yang
sangatkucintai. KenapaakulebihnyamandenganIrsyad?
Bebagaipertanyaanmengguyurkepalaku,
hinggamembuatkupusingdanmemaksakuuntukmerebahkantubuhini di atas Kasur.